Unissula Kembangkan Digital Multimedia Broadcasting
Home

Unissula Kembangkan Digital Multimedia Broadcasting

Dewasa ini pemanfaatan teknologi digital sudah semakin berkembang dan digunakan secara luas dalam berbagai disiplin ilmu. Oleh karena itu Unissula sebagai perguruan tinggi di Jawa Tengah telah memulai langkah awal dengan memproklamirkan diri sebagai The First World Calss Islamic Cyber University.
Konsep cyber university yang dikembangkan Unissula sangat berbeda dengan konsep cyber university yang sekarang marak digunakan oleh berbagai universitas Sebagaimana yang kita ketahui bahwa perguruan tinggi perguruan tinggi yang menyebut dirinya sebagai cyber university pada kenyataannya masih kental dalam penggunaan analaog di dalam sistem ajar maupun pelayanan administrasinya.

Sedangkan Unissula sudah mulai meninggalkan sistem analog tersebut dan bermigrasi ke sistem digital. Pemanfaatan teknologi digital ini dikenal oleh masyarakat dengan sebutan DMB (Digital Multimedia Broadcasting) dan teknologi itulah yang akan diterapkan dalam konsep cybernya Unissula. Bahkan Unissula merupakan universitas pertama di Indonesia yang akan menggunakan teknologi ini.
DMB digambarkan sebagai televisi yang bergerak dengan layanan suara dan data. DMB ini menggunakan ini media ponsel untuk menagkap sinyal sinyal dari satelit dan pemancar di bumi. Orang dapat menyebutnya sebagai “TV saku atau TV dalam genggaman”. Pengguna ponsel dapat menggunakan layanan DMB dengan mengupgrade ponsel untuk layanan DMB. DMB ada dua jenis. Pertama adalah S- DMB yang menggunakan satelit dengan S- Band (2.605-2655 GHZ). Sedangkan yang kedua adalah T-DMB menggunakan  sebuah jaringan seperti seluler dengan kanal kanal VHS yang tidak digunakan (174-216 MHz).
Dengan Menggunakan teknologi DMB maka proses belajar mengajar bisa dilakukan tanpa menjadikan ruang dan waktu sebagai hambatan. Sehingga dalam dunia pendidikan, pertemuan tatap muka dapat dilakukan melalui ponsel dengan kualitas gambar dan suara yang akurat dan beresolusi tinggi. Hal ini tentu saja akan memudahkan bagi para mahasiswa yang kebetulan sedang sakit dan tidak bisa mengikuti perkuliahan. Selain itu jika terjadi kendala bencana alam maupun hal lain yang tidak dimungkinkan berlangsungnya pengajaran tatap muka, maka perkuliahan tetap bis aberlangsung menggunkan teknologi DMB.
Dengan teknologi DMB sebagaimana dijelaskan di atas maka akan menjadikan Unissula ke depan sebagai sebuah kampus yang dinamis dan menyenangkan bagi siapapun yang berkungjung ke sana. Teknologi DMB ini akan memacu kreatifitas mahasiswa, khususnya jurusan teknik elektro, informatika, industri, komputer, dan Ilmu Komunikasi dalam dunia multimedia broadcasting. Perpustakaan digital Unissula juga diproyeksikan akan menjadi leader dalam pelayanan media bacaan online, dimana fasilitas penunjangnya saat ini sedang dalam tahap penyelesaian. Ke depannya Unissula juga akan menjadi pusat cyber services di bidang pendidikan, kesehatan, dan UKM. Sehingga Unissula akan benar benar menjadi  aleading world class islamic cyber university di Indonesia.
Topik tersebut di atas telah dibahas oleh Rektor Unissula Prof Laode M Kamaluddin MEng MSc PhD bersama dengan kepala Pustekom Depdiknas Ir Lili Gani MA MSc PhD dalam The Interview di Metro TV secara live pada Jumat (12-3-2010) pada jam 10.00-10.30 WIB.
Unissula sudah melakukan soft launching penggunaan teknologi DMB yang ditandai dengan diselenggarakannya internastional Seminar and workshop: research and Commercial Aplication on Multimedia  Broadcasting (17- 18/3/2010). Seminar tersebut menghadirkan June Hee Jung (Seoul National University – Korea), Ujang Nugroho, Untung Wiyono (Bupati Sragen), Ishadi SK, Bambang Heru Cahyono, Teddy Sukardi. Seminar ini semakin punya daya tarik karena menggunakan MC dari Jakarata Meyda Safira dan Oki Setiana Dewi yang merupakan bintang fil Ketika Cinta Bertasbih.
Keinginan kuat Unissula untuk mengaplikasikan teknologi cyber dalam pendidikan juga karena didukung beberapa latar belakang menarik berikut ini. Dunia sekarang ini bergerak menuju kepada era revolusi digital/cyber. Berdasarkan riset yang dilakukan oleh berbagai lembaga menunjukan bahwa masyarakat dunia melakukan transformasi dari era postindustrialisme ke era cyber. Data di www.internetworldstats.com tahun 2008, menunjukan bahwa pengguna internet tumbuh lebih 1.000 persen dalam 10 tahun terakhir. Riset yang dilakukan Yahoo bekerja sama dengan firma riset TNS pada tahun 2008-2009, menghasilkan temuan bahwa pengguna internet di Indonesia bakal meningkat begitu tajam. Rasio pertumbuhan rata-rata tahunan kompon (CAGR) pengguna internet Indonesia, menurut Yahoo diperkirakan dua kali dibanding pertumbuhan rata-rata negara Asia Tenggara.

Sejak 2008, pertumbuhan jumlah pengguna di Indonesia hingga 2010 bakal mencapai 37 persen. Lebih jauh, sekitar 60 persen penduduk Indonesia yang berusia 15-19 tahun ternyata juga terhubung ke internet.
EMC Corporation, perusahaan yang bergerak di bidang solusi infrastruktur informasi, memprediksi bahwa informasi digital akan menggelembung dengan rata-rata pertumbuhan tahunan sebesar 57 persen antara tahun 2006 dan 2010. Sementara itu, di kawasan Asia Pasifik (kecuali Jepang) akan mengalami pertumbuhan 30 sampai 40 persen lebih cepat daripada negara maju. Dunia digital juga "meledak" lebih daripada yang diperkirakan, dikarenakan oleh pengertian masyarakat yang lebih baik terhadap replikasi data, dan juga pertumbuhan pesat dari ketersediaan kamera, kamera keamanan, dan TV digital. Ledakan ini juga dipicu oleh meningkatnya volume akses Internet di negara berkembang, jaringan sosial yang terdiri dari beragam konten digital persembahan jutaan pengguna, aplikasi berbasis sensor, dan pusat data yang mendukung cloud computing.
Jaringan Sosial yang juga memicu ledakan dunia digital ini adalah Facebook. Berdasarkan survei Inside Facebook yang dilakukan eMarketer.Com, jumlah pengguna Facebook di Indonesia naik 1.431.160 juta pengguna dalam sebulan terakhir. Pada 1 Desember 2009, emarketer.Com mencatat jumlah pengguna Facebook di Indonesia 13.870.120 pengguna, sedangkan pada 1 Januari 2010 sebesar 15.301.280 pengguna. Indonesia hanya satu peringkat di bawah Amerika Serikat yang mencatat kenaikan jumlah pengguna 4.576.220 pengguna dalam periode yang sama dari 98.105.020 menjadi 102.681.240 pengguna. Pengguna terbesar facebook di Indonesia adalah remaja usia 18-24 yang berjumlah 5.741.200 (Facebook Statistics).
Keterangan gambar: June Hee Jung  dari Seoul National University, Korea (kiri) menjadi salah satu pembicara pada International Seminar and Workshop Digital Multimedia Broadcasting di Unissula

 

 

Social Network